Pembunuhan massal sistematik a.k.a Genocide

Pada tahun 1944, seorang pengacara Polandia bernama Raphael Lemkin (1900-1959) mempopulerkan istilah “genocide” yang secara harafiah berarti genos ( Yunani) = suku/etnis/ras dan caedere (Latin) = pembunuhan.

Genosida atau genosid adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan (membuat punah) bangsa tersebut.

Ukraine

A single death is a tragedy, a million deaths is a statistic


Bencana kelaparan yang terjadi di Ukraina dilakukan secara sistematis. Pada tahun 1932-1933. peristiwa ini terjadi di daerah Kuban ( Utara Kaukasus) dan propinsi-propinsi dekat Sungai Volga. Diperkirakan selama setahun 7-10 juta orang Ukraina meninggal dunia.

“Genosida” ini merupakan perintah dari Stalin dan tangan kanannya Lazar Kaganovich. Tujuan jelas, membungkam semangat perubahan rakyat Ukraiana yg dibawah pemerintahan komunis. Stalin ingin mengosongkan teritori Ukraina, namun 20 juta penduduk sangatlah banyak. So, Stalin menemukan solusi : starvation.

Orang Ukraina menyebut peristiwa kelam ini Holodomor – the Hunger.. Soviet menaikkan “pajak” hasil bumi sebesar 44% atas penduduk Ukraina. Para tentara merah menyita hasil pertanian. Bencana Kelaparan terjadi begitu dahsyat. Bahkan fenomena kanibalisme ( termasuk korban adalah keluaraga sendiri) menjadi hal yang lumrah waktu itu.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Semua bermula pada tahun 1917. Saat itu Revolusi Bolshevik mengangkat semangat Marxisme. Menelurkan tokoh-tokoh seperti Lenin, Trotsky and Stalin. Revolusi ini mebawa perubahan besar dalam kehidupan sosial. Para petani tidak lagi “mempunyai” tanah, karena tanah mereka punya negara. Apa yg dihasilkan di tanah itu harus untuk kepentingan negara.

Pada tahun 1927. Stock pangan negara turun drastis. Stalin mengumpulkan ank2 muda dari seluruh negri untuk dijadikan ” food collector”. Merampas secara paksa hasil pertanian rakyatnya sendiri.

Semasa itu Stalin melakukan 3 macam perlakuan terhadap para petani sebgai berikut :

1. “Hilangkan” petani pembangkang secepatnya
2. Masukkan ke dalam kamp kerja paksa
3. Pindahkan ke daerah liar, Siberia dan Asia

1 juta org dideportasi. Ribuan lainnya ditembak.Para petani melawan. Mereka menghancurkan hasil panennya sendiri dan membantai 26 juta sapi serta 15 juta kuda daripada jatuh ke tangan Bolsheviks. Merasa persediaan panagn negara belum cukup,oleh karena itu Stalin “melirik” Ukraina dan penduduk sekitarnya. Mereka dijadikan tumbal.

– Pada Tahun 1932, Fred Beal menemukan satu desa dekat Kharkov-Ukraina, dimana hanya ada 1 org bertahan hidup, sisanya menjadi bangkai.

– Salah seorang komunis Lev Kopolev, mengatakan saat itu wanita dan anak perutnya menjadi kurus dan kebiruan dengan sorot mata sayu menanti kematian.

– Kanibalisme umum terjadi ,Andriy Melezhyk menemukan di kota Poltava, seember rebusan hati, jantung dan paru2 manusia

– Untuk mendapat makanan, beberapa wanita menawarkan seks kepada petugas komunis

Fred Beal Beal menegur pemimpin Bolshevik Ukraina , Petrovsky. Dijawabnya :

‘We know millions are dying. That is unfortunate, but the glorious future of the Soviet Union will justify it.’

Nadya Alliluyeva, istri kedua Stalin

Setelah setahun berlalu, byk Bolshevik yg kontra . Bahkan istri Stalin, Nadya memutuskan untuk bunuh diri sebagai protes atas kekejaman suaminya.

Perkembangan Terkini

Sungguhkan itu genocide?

Tapi ada beda pendapat di Ukraina soal apakah itu benar-benar genosida atau pemusnahan bangsa. Dengan mayoritas tipis presiden Ukraina Victor Yushchenko berhasil mendapat persetujuan parlemen untuk mensahkan UU yang menghukum para penyangkal bencana kelaparan itu sebagai genosida. Hal itu menjengkelkan saingan politiknya perdana menteri Victor Yanukovich yang pro Moskow dan tidak mau merusak hubungan dengan Rusia. Yushchenko dan Yanukovich terlibat pertarungan kekuasaan, apakah Ukraina harus lebih berkiblat ke barat, atau, seperti yang diamui Yanukovich, Ukraina lebih bersekutu dengan Rusia. Jadi tidaklah mengherankan, mengapa drama kematian jutaan warga Ukriana di musim dingin tahun 1932-1933, menjadi agenda politik saat ini. Menurut Sergei Gmyrya dari partai komunis Ukraina, presiden Yushchenko sengaja mempolitisir drama genosida tersebut untuk kepentingannya yang anti Rusia.Yushchenko mengobarkan api anti komunis dan sentimen anti Rusia di kalangan rakyatnya. Ini memperburuk hubungan Ukraina dengan Rusia.

Polandia yang belum lama ini dilanda perasaan anti Rusia karena Moskow melarang impor bahan-bahan pangan dari Polandia, juga meloloskan UU yang menyebut kelaparan musim dingin 1932-1933 di Ukraina sebagai genosida. Sementara ini presiden Yushchenko berusaha agar Amerika Serikat juga mengakui genosida tersebut. Seperti halnya Uni Eropa mengkonfrontasi Turki dengan genosida di Armenia, maka Ukrainapun mendesak pengakuan genosida oleh Rusia, demikian sejarawan Vasyl Marokhka.

Apabila dengan wewenang moral dan politiknya, Rusia ingin menjadi bagian masyarakat dunia, maka Rusia harus juga bersedia mengakui kesalahan-kesalahannya di masa lampau. Sejauh ini Moskow hanya mau menyebut drama kelaparan tahun 1932-1933 sebagai “tragedi” saja. Masih belum jelas apakah presiden Putin sudi merubah sikapnya.

Sumber : kaskus.us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s