Peta Kekuatan Sistem Operasi Dunia

Bila kita membaca sistem operasi komputer, yang pertama terlintas dalam pikiran kita seringkali adalah Windows. Hal ini wajar-wajar saja mengingat sistem operasi inilah yang lebih banyak dipakai dibandingkan pesaing pesaingnya seperti Linux, Novel ,Netware, BeOS, MacOS, dan sebagainya. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas dua sistem operasi yang memegang pangsa pasar terbesar dalam persaingan sistem operasi di dunia, yaitu Windows dan Linux.

Windows yang merupakan produk dari Microsoft, dirilis pertama kali pada bulan November 1985 dengan nama Windows 1.0. Produk ini terus dikembangkan  hingga versi-versi berikutnya bermunculan, misalnya Windows 2.0, 3.0, 3.1, NT 3.1, NT 3.11, NT 3.5, 95, NT 4.0, 95 OSR 2.1, 98, 98 SE (Second Edition), 2000, ME (Millenium Edition), XP (Experience), Vista dan yang terakhir adalah Windows 7 (Seven).

Selama 5 tahun terakhir sistem operasi Windows memegang pangsa pasar terbesar di antara sistem operasi lainnya, meski sudah banyak OS yang dikembangkan  dengan fasilitas lain yang mungkin melebihi kemampuan dari Windows. Sekuriti Jadi Faktor Utama Kelebihan dari produk buatan Microsoft ini adalah fleksibilitas  dan kompatibilitas yang tinggi, menarik karena dilengkapi dengan desain animasi, dan sifatnya yang user friendly memudahkan para penggunanya saat mengoperasikan.

Walaupun memiliki banyak kelebihan, suatu produk tetap tak mungkin tidak memiliki kekurangan. Banyak pihak menyesalkan tingkat keamanan yang diadopsi oleh Windows.  Windows dianggap lebih menekankan pada sisi hiburan (entertainment) ketimbang faktor keamanan (security). Padahal bagi kalangan korporat atau orang yang membutuhkan privasi, faktor ini dianggap sebagai kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh sebuah sistem operasi.

Berdasarkan keinginan untuk memperoleh sistem operasi yang keamanannya lebih baik, masyarakat terdorong mencari sistem operasi alternatif. Contoh dari sistem operasi yang banyak dipuja-puja sebagai alternatif dari Windows adalah Linux. Linux bisa dikatakan lebih stabil dan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Hal ini dilihat dari sedikitnya crash dan bug yang mungkin terjadi dan jumlah virus yang mampu menyusup dan mengeksploitasi sistem operasi ini. Namun kestabilan Linux harus dibayar dengan tingkat fleksibilitas dan sisi entertainment yang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan Windows.

Linux Alternatif Terbaik

Linux merupakan sistem operasi yang bersifat open source dan gratis untuk didistribusikan, sehingga banyak kalangan menjadikannya sebagai alternatif terbaik pengganti Windows yang mengharuskan user-nya melakukan registrasi sebelum memakainya. Karena sifatnya yang open source, maka kesalahan dan cacat yang terjadi bisa segera diperbaiki oleh para programer independen dan tim sukarelawan yang bekerja demi menyempurnakannya. Sistem yang telah disempurnakan dipublikasikan lewat Internet agar para penggunanya bisa memperbaiki cacat tersebut hanya dengan men-download patches atau update dari kernel Linux.

Berbeda dengan Windows yang hanya dimonopoli oleh Microsoft, Linux bisa dikembangkan oleh banyak instansi. Sebut saja varian Linux semisal SuSE, RedHat, Caldera,Debian, Slackware, Trustix, Mandrake, TurboLinux, MonkeyLinux,CorelLinux dan masih banyak lagi. Banyaknya varian ini sifatnya yang open source, sehingga bisa dikembangkan sesuai dengan selera, tanpa harus melanggar HAKI (Hak Atas Kepemilikan Intelektual). Hal ini juga membantu para penggunanya memilih OS sesuai keperluan karena setiap distribusi Linux memiliki karakteristik yang berbeda meski memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai sistem operasi dasar yang mengatur segala proses di
dalam komputer.

Linux Untuk Rumahan

Perbaikan yang terus menerus membuat Linux pada awalnya banyak diandalkan untuk server karena kestabilandan tingkat keamanannya yang lebih baik. Untuk keperluan pribadi, banyak orang masihmemilih sistem Windows karena tampilannya yang lebih atraktif dan juga banyaknya pilihan software yang bisa diinstal. Untuk menghadapi masalah ini, banyak pengembang Linux menyisipkan beberapa software yang bisa membuat Linux lebih menarik lagi, misalnya KDE, Gnome, dan beberapa software desktop manager lainnya yang cukup membuat Windows kalang kabut. Hal ini sedikit demi sedikit membuat Linux mulai diterima sebagai OS untuk home user, meski jumlahnya belum bisa melebihi pengguna Windows.

Kini Linux sudah mulai dilirik oleh banyak perusahaan, misalnya IBM, Compaq, Hewlett-Packard, Corel, dan lainnya. Mereka saling berlomba menyediakan produk yang mendukung sistem operasi Linux. Bahkan sudah ada beberapa produsen komputer ternama yang menawarkan produk-produk komputer berbasis Linux. Contohnya Dell, HP, dan IBM. Untuk pasar lokal, tampaknya kini PC yang berbasis Linux sudah banyak ditemukan.

Namun penggunaan Linux untuk home user juga ikut dipicu oleh sanksi yang dikenakan ke beberapa pengusaha retail komputer yang menginstal produk-produk Microsoft secara ilegal. Besarnya kompensasi yang harus dibayarkan kepada pihak Microsoft, bisa sedikitnya membuat jera para pengusaha software bajakan dan malah ikut membudidayakan penggunaan Linux. Diharapkan setelah ini kita dapat mengurangi jumlah pembajakan produk-produk Microsoft yang sudah merajalela di negara kita. Apalagi Indonesia sempat dicap sebagai negara pembajak terbesar ketiga (88%) setelah Vietnam (97%) dan Tiongkok (94%).

Kisah pembajakan memang seringkali seolah-olah dianggap sebagai hal yang lumrah di masyarakat kita. Terutama mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa menggunakan software-software orisinil. Meskipun sikap seperti ini sebenarnya salah, pasar-pasar gelap terus saja berkembang mengedarkan software-software bajakan dengan harga yang lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat kita.

Munculnya OS yang Lebih Menarik

Seiring dengan berkembangnya tingkat kompatibilitas Linux, sudah banyak software yang dikembangkan menyamai software-software yang dijalankan di Windows. Bahkan ada beberapa software yang digunakan di Linux mempunyai kelebihan dibandingkan dengan software Windows. Yang lebih hebat lagi, hampir 90% software Linux didistribusikan secara gratis. Hal ini jauh berbeda dengan software Windows yang banyak menggunakan registrasi pembayaran.

Nah, dengan dukungan dari banyak pihak, mampukah Microsoft mempertahankan dominasinya sebagai penguasa sistem operasi dengan produk Windows-nya? Mampukah Linux menggeser dominasi Windows dan membuat reformasi dalam sistem operasi dunia? Kita tunggu saja jawabannya! Selama dunia masih berputar dan teknologi masih berkembang, segala-nya mungkin saja terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s