Bagaimana SIM card bekerja ?

Setiap orang yang mempunyai ponsel tentu memerlukan sebuah benda kecil sebesar tidak lebih dari satu ruas jari manusia ini. Benda ini adalah SIM card yang membawa salah satu peran penting dalam komunikasi via ponsel kita. Apa sih peran SIM itu?

SIM singkatan dari Subscriber Identity Module, berujud sebuah kartu dengan sebuah chip di dalamnya. Chip ini membawa data yang diperlukan oleh pembawa kartu agar dia bisa menggunakan fasilitas komunikasi dari operator seluler yang mengeluarkan kartu tersebut, untuk Indonesia misalnya dari Telkomsel, Satelindo, Excelcom, maupun Indosat. Data yang membedakan identitas tiap-tiap pemegang kartu adalah IMSI (International Mobile Subscriber Identity). IMSI merupakan bilangan unik dalam jaringan GSM di seluruh dunia. Dari bilangan inilah akan diperoleh sebuah kunci (key) yang digunakan untuk enkripsi selama komunikasi berlangsung. Dengan adanya enkripsi berarti keamanan komunikasi terjamin.

IMSI
Proses enkripsi menggunakan kunci yang disebut Kc tersebut tidak berlangsung dalam SIM melainkan dalam ponsel.Hal ini dikarenakan SIM tidak mempunyai kemampuan komputasi dan transfer data yang memadai untuk melakukan enkripsi percakapan real-time. Meskipun demikian, pembentukan awal kunci Kc tersebut berasal dari SIM. Ketika pengguna akan melangsungkan percakapan, ponsel akan mengirimkan IMSI -yang diperolehnya dari SIM kepada base station jaringan seluler dengan penerimaan terbaik. Sistem pada jaringan akan memeriksa IMSI tersebut,mendapatkan sebuah kunci (bernama Ki) dan mengirimkan sebuah bilangan acak RND kepada SIM via ponsel. SIM menggunakan bilangan RND yang diterimanya sebagai input pada blok enkripsi dengan algoritma A3, menggunakan kunci Ki yang merupakan bilangan spesifik milik SIM dan menghasilkan keluaran bilangan unik SRES. Ponsel kemudian mengirimkan bilangan SRES ini kepada sistem jaringan seluler.

SRES
Sistem jaringan kemudian membandingkan bilangan SRES yang diterima dari ponsel dengan bilangan SRES yang dimilikinya. Bilangan ini juga dihitung dengan cara yang sama seperti dilakukan SIM yaitu menggunakan algoritma A3 (algoritma yang sudah disepakati dalam sistem GSM). Jika kedua bilangan ini sama, berarti SIM tersebut telah terautentikasi, artinya sah untuk menggunakan fasilitas telekomunikasinya. SIM juga akan menghitung sebuah kunci sementara Kc, yang dihasilkan oleh blok enkripsi dengan algoritma A8 dengan input bilangan RND dan kunci Ki. Kunci Kc ini kemudian diberikan kepada ponsel (atau disebut juga mobile equipment) untuk digunakan selama komunikasi berlangsung.Setiap data percakapan akan dienkripsi menggunakan kunci Kc ini, dikirimkan pada jaringanseluler. Pada jaringan seluler, data ini kembali diurai menggunakan kunci Kc untuk mendapatkan data percakapan asalnya.

Nah, demikianlah secara sederhana peran SIM dalam komunikasi melalui ponsel. Masih banyak lagi kegunaan SIM yang terus dikembangkan untuk membuat aplikasi-aplikasi seperti sistem menu, sistem OTA (Over the Air), dan sebagainya. Untuk sementara, penjelasan tentang SIM dituntaskan sampai tahap ini dahulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s