jump to navigation

Para Perintis TI Indonesia April 10, 2010

Posted by arie in kuliah, Sejarah.
1 comment so far

Para Perintis TI Indonesia

Cikal bakal teknologi informasi (TI) Indonesia hingga berkembang pesat pada masa kini tentu tak lepas dari peran sumber daya manusia (SDM) yang membawa dan memelopori kehadirannya negeri ini. Indonesia di era 1970-an merupakan negara yang baru akan berkembang, dan TI baru mulai diperkenalkan di Indonesia, serta didominasi instansi pemerintah seperti Pertamina dan Pemda DKI Jakarta. Siapa sajakah yang berperan dalam sejarah perkembangan TI di Indonesia?

Secara umum, pada saat TI baru dikenal di negeri ini, daya beli masyarakat dan swasta nasional masih sangat lemah. Waktu itu, sebuah instalasi komputer dapat berharga jutaan dollar, menempati ruangan yang besar, serta membutuhkan listrik dan pendinginan yang besar. Teknologi komunikasi data pada saat tersebut bekisar antara 50 – 300 baud. Jika merunut angka sejarah, TI Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya pada dekade 1980-an. Satu persatu sejumlah nama yang membawa segala hal berbau computer atau TI mulai bermunculan. Inilah sejumlah nama yang berhasil dihimpun.

Jusuf Randy Pakar Komputer Pertama

Jusuf Randy alias Mang Ucup, lahir di Bandung, 19 Juli 1942 dengan nama Nio Tjoe Siang. Dulu kala di kampungnya ia lebih dikenal dengan nama Tompel, sedangkan di Eropa dengan nama Robert TS Nio. Dia sempat dikenal sebagai pakar komputer pertama dan “juragan” komputer pertama di Indonesia. Kepiawaiannya di bidang komputer membuatnya menjadi pelopor lembaga pendidikan komputer pertama di Indonesia dengan nama Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia-Amerika (LPKIA).

Prinsip hidup “Hari ini harus lebih dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” dijadikan landasan untuk meraih yang terbaik dan terbesar. Hingga akhirnya Jusuf berhasil membangun kerajaan bisnis dan dijuluki juragan komputer pada masanya.

Mulanya Jusuf bekerja sebagai programmer, kemudian jadi “Programming Manager”, yang semuanya ia pelajari sendiri dari buku. Sehingga akhirnya orang mengenalnya sebagai “dukun komputer”, sebab hampir tiap permasalahan, ia selalu tahu penyelesaiannya.

Jusuf pernah membangun bisnis di Jerman, kemudian berpindah ke Inggris, dan bekerja di Rank Xerox sebagai System Analyst sampai ke Amerika Serikat dimana ia bekerja di IBM. Saat itu IBM merupakan perusahaan komputer nomor wahid dunia. Di IBM, dia bekerja sebagai Sotware Manager, dan akhirnya berpindah lagi jadi direktur di perusahaan German Data Communication.

Kini ia pun memiliki lembaga pendidikan komputer yang termasuk salah satu terbesar di Indonesia bernama LPKIA. Pertama kali didirikan tahun 1980-an di Bandung dan di Jakarta, LPKIA dahulu kerap disebut-sebut sebagai lembaga pendidikan komputer modern pertama di Indonesia, sebelum kemunculan berbagai perguruan tinggi yang menawarkan disiplin TI. Jusuf Randy sekarang memilih tinggal di Belanda dan menjadi warga negara Kincir Angin tersebut.

Jos Luhukay, Pendiri Fakultas Ilmu Komputer

Bernama lengkap Joseph Fellipus Peter Luhukay, kelahiran Jakarta, 18 Desember 1946 ini mengawali karir sebagai staf Pusat Ilmu Komputer Universtias IndonesiaI (1972), hingga menjadi staf ahli sejumlah menteri, konsultan di sejumlah bank dan perusahaan swasta, serta menjadi dosen. Dari situ karirnya terus menanjak sebagai Kepala Laboratorium Komputer, Arsitektur dan Desain, Pusat Antaruniversitas untuk Ilmu Komputer, UI (1985) serta Kepala Program Pascasarjana bidang Komputer dan Ilmu Informasi UI (1985).

Pada 1980, Jos Luhukay memperdalam ilmu komputer di University of Illinois di Urbana Champaign, Amerika Serikat hingga memperoleh gelar Ph. D. (1983). Sekembalinya dari Amerika Serikat, ia mendirikan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI). “Saya menilai, perkembangan TI 99,9 % terletak di negara maju, sementara Indonesia hanya menjadi negara pemakai. Itulah yang membuat saya terdorong mendirikan Fakultas Ilmu Komputer waktu itu,” kata Jos.

Lantaran kerja ahli TI dianggap tukang, ia menyempatkan diri mengambil Ph. D. bidang Bussiness Administration, di universitas yang sama. Kedekatannya kepada ekonomi secara praktis bermula karena seringnya ia mengikuti rapat pengambilan keputusan pada Bank Niaga, tempat ia bekerja saat itu. “Sampai-sampai saya mengalami pembelokan bidang, memimpin masyarakat pasar modal, kemudian menjadi ketua pelaksana Prakarsa Jakarta yang sama sekali tidak ada TI-nya,” kenang dia. Itulah titik balik ia menjadi pakar ekonomi sekaligus salah seorang tokoh penting TI Indonesia.

TI yang dikuasainya memang bukan ilmu yang mandeg, tapi suatu disiplin ilmu yang hingar-bingar dengan teknologi yang cepat silih berganti. Dari situ Jos memiliki obsesi besar, agar bangsa ini pada abad 21 memiliki akses yang sama terhadap TI. Ia juga mengajak semuanya berpikir mengatasi imbas dari TI. “Bayangkan segala sesuatunya dapat dilakukan tanpa meninggalkan rumah, sehingga ikatan-ikatan sosial bisa pudar,” cetusnya.

Selain Jos Luhukay, di lingkungan UI, TI dirintis seorang dosen dari Fakultas Kedokteran, yaitu Indro S. Suwandi, yang meninggal dunia pada 1986. Menurut catatan Wikibooks Indonesia, almarhum Indro Suwandi mendirikan Pusat Ilmu Komputer (Pusilkom) UI pada 1972 hanya dengan modal semangat dan idealisme. Almarhum, kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka yang memperkenalkan teknologi ini, baik di kalangan perguruan tinggi maupun industri.

Pada masa ini pula mulai dikirim 6 staf Pusilkom UI ke Amerika Serikat untuk studi lanjutan. Alumni Fakultas Teknik UI, Jos Luhukay, diantaranya dikirim ke Universitas Illinois di Urbana-Champaign (UIUC). Jos lah yang pertama mengenal teknologi internet ketika sedang melakukan berada di UIUC, dan kemudian memperkenalkannya ke Indonesia.

Pada awal 1980-an, Pusilkom memperoleh sebuah komputer super mini Data General MV/8000 berbasis AOS/VS. Ke-32 terminal serial/current loop dari super mini tersebut menyebar di beberapa gedung kampus Salemba, sehingga dapat dikatakan merupakan cikal bakal jaringan kampus UI.

Jaringan ethernet UI mulai dibentuk ketika Jos memperoleh gelah Ph.D pada tahun 1982. Seiring dengan kepulangan ke Tanah Air pada 1983, Jos membawa oleh-oleh seperangkat komputer unix “Dual Systems 83/20″ berbasis Motorola 68000, serta server terminal ethernet “NTS” berbasis Intel 80186. Kehadiran kedua perangkat ini menandai dimulainya dua era sekaligus: “Networking” dan “Unix”. Pada saat itu, di Pusilkom UI juga terdapat sejumlah komputer mikro Apple, serta sebuah IBM XT asli.

Budiono Darsono, Pendiri Portal Berita

Pemimpin Redaksi Detikcom, Budiono Darsono memulai karier sebagai wartawan di Koran Surabaya Post, lalu ke Majalah Tempo. Bersama beberapa teman-teman dari Tempo menggarap harian Berita Buana untuk manajemen baru, lalu menjadi Redaktur Pelaksana Tablod Detik versi Eros Djarot, pernah sebulan menjadi Eksekutif Editor Liputan6 SCTV lalu bersama Abdulrahman, Didi Nugrahadi dan Yayan Sopyan mendirikan detik.com.

Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 1 Oktober 1960 ini adalah arsitek berdirinya situs Detikcom. Merintis Detikcom sejak 9 Juli 1998 lalu, setelah meluncurkan perusahaan yang bergerak di bidang internet, yakni Agrakom. Pertimbangannya waktu itu sangat praktis: masyarakat cenderung tidak sabar menunggu informasi dari koran pagi, atau liputan siang di televisi. Karenanya, kehadiran media online yang mampu menyajikan berita cepat dengan jangkauan global bisa menjadi sebuah solusi.

Sebagai “makluk baru” pada jaman Orde Baru, Detikcom memang tak bisa langsung dikenal dan diterima. “Modal saya hanya tiga: semangat, tape recorder, dan handy talkie,” kenang Budiono. Inilah yang membuat Budiono harus kerja siang malam untuk menset-up banyak hal pada mainan barunya itu. Mulai dari karakter wartawan agar cakap dalam membuat breaking news hingga membuat organisasi yang ramping tapi berpotensi. Juga harus menggeser imej publik bahwa sajian Detikcom bukanlah berita-berita gosip, seperti imej yang kadung melekat pada internet.

Hasilnya? Situs berita digital ini telah menjelma menjadi raksasa media maya di Indonesia hingga melahirkan banyak “pengekor.” Wartawannya yang semula hanya berjumlah satu-dua, kini telah membengkak menjadi ratusan orang.

Petrus Golose, Doktor “Cybercrime” Pertama
Komisaris Besar Petrus Reinhard Golose merupakan orang Indonesia pertama yang memperoleh gelar Doktor untuk bidang cybercrime pada 7 Juni 2008 lalu. Tim penguji yang terdiri dari 9 guru besar dan promotor, Prof. Dr. Sarlito W Sarwono, di Depok, Jawa Barat menyatakan, Petrus lulus dengan yudisium ”sangat memuaskan” dengan angka 3,92. Seharusnya ia memperoleh predikat cum laude, tapi diurungkan mengingat ia tidak dapat selesai tepat waktu lantaran harus melaksanakan tugas-tugas kepolisian sehingga tak bisa jadi peneliti full time.

Disertasinya berjudul ”Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking, Mengambil Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking Website Partai Golkar”. Disertasinya menghasilkan definisi hacking, yaitu setiap kegiatan menggunakan komputer atau sistem elektronik lainnya yang dilakukan dengan mengakses suatu sistem jaringan komputer, baik yang terhubung dengan internet maupun tidak, baik dengan tujuan maupun tidak, untuk memperoleh, mengubah dengan cara menambah atau mengurangi, menghilangkan atau merusak informasi dalam sistem komputer atau sistem elektronik lainnya dengan melawan hukum.

Hacking dikategorikan sebagai kejahatan komputer tanpa kekerasan dan termasuk kejahatan komputer yang merusak. Petrus bersama Tim Cybercrime Bareskrim Polri juga berhasil menangkap pelaku tindak pidana hacking website Partai Golkar pada tahun 2006 melalui jalan panjang menelusuri internet.

Di samping mengajar sebagai dosen luar biasa di bidang kriminologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI dan Kajian Ilmu Kepolisian untuk Program Pascasarjana UI, ia pun aktif terlibat sebagai wakil dari pemerintah RI untuk turut merumuskan Rancangan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elelktronik (UU ITE) yang telah diundangkan menjadi UU No 11/208. Kini Petrus juga menjadi narasumber pemerintah dalam pembuatan peraturan tentang Lawful Interception (penyadapan informasi).

Supeno Djanali-Handayani Tjandrasa, Guru Besar TI Pertama

Institus Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) mengukuhkan dua orang guru besar dari Fakultas Teknologi Informasi, Prof.Ir. Supeno Djanali, M.Sc.,Ph.D. dan Prof.Ir. Handayani Tjandrasa,M.Sc.,Ph.D, pada 25 Februari 2005 di Graha 10 Nopember ITS.

Pengukuhan sebagai guru besar kedua pasangan suami istri ini menambah jumlah guru besar di lingkungan ITS menjadi 34 orang. “Tapi, tentunya tidak hanya kuantitas saja yang kita tonjolkan. Kualitas guru besar tetap menjadi tujuan utama,” kata Rektor ITS, Dr Ir. Moh. Nuh, DEA waktu itu, yang kini menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika. Menurut Nuh, ke depan ITS terus mengadakan program percepatan untuk memperoleh guru besar sebanyak mungkin.

Sementara itu, dalam kesempatan orasinya, Supeno yang mendapat gelar Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur dan Jaringan Komputer, Fakultas TI, mengambil judul ‘Perkembangan Teknologi Jaringan Komputer dan Tantangan ke Depan’. Sedangkan ‘Informatika Medika: Citra Medis dalam Sistem Informasi Terintegrasi’ dipilih Handayani sebagai judul orasinya dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pengolahan Citra Digital.

Sylvia W Sumarlin, Brand Nasional Chipset WiMax Pertama
Sylvia Sumarlin termasuk salah seorang perintis produk chipset WiMax pertama di Indonesia. Chipset yang dinamakan Xirka ini nantinya bakal dipakai di seluruh dunia. Sylvia menjabat sebagai Direktur Utama PT. Dama Persada, pemilik merek dagang chipset Wimax Xirka. Sebelumnya ia juga pendiri dan CEO perusahaan ISP (Internet Service Provider) D-Net pada 1995. Hingga tahun 2000, D-Net jadi perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk bidang TI.

Kini, nyaris di banyak tempat orang Indonesia bisa mengakses internet, baik melalui perangkat mobile maupun teknologi hotspot yang diakses melalui WiFi. Namun Sylvia, masih merasa ada yang kurang. ”Karena cara berkoneksi internet saat ini sudah membuat orang tidak sabar. Orang juga mulai bergantung dengan internet. Nah, kita ingin internet makin maju. Kita ingin, di Indonesia terjadi dua hal. Penetrasi komputer dan penetrasi internetnya meningkat, dan akhirnya edukasinya meningkat,” kata Sylvia seperti dilansir Tabloid Wanita Indonesia..

Padahal, teknologi WiFi yang dianggap maju, akan segera tergantian dengan teknologi WiMax yang lebih canggih. “WiFi itu 1 base station maksimal mencangkup radius 5 kilometer. Nah WiMax, 1 base station rata-rata mencapai radius 40 kilometer. Bahkan kalau kondisi geografisnya datar bisa mancapai 80 kilometer,” jelas Sylvia. Melalui perusahaan PT. Dana Persada, kami membuat sistem chipset wireless bernama Xirka. Yang satu chipset ukuran 2X2 mili, dan memiliki pemancar frekuensi data sampai 40 kilometer,” papar dia.

Sylvia menuturkan, pihaknya sudah mengembangkan chipset atau system-on-chip hasil karya putra-putri Indonesia asli. Perangkat yang diklaim buatan dalam negeri tersebut dikembangkan oleh Trio Adiono dari Institut Teknologi Bandung dan Eko Fajar yang bergelut di bidang tersebut di bawah payung PT Versatile Silicon Technologies sebagai penerima alih daya proyek-proyek dari Jepang. “Prestasi ini sebenarnya sungguh membanggakan dan idealisme mereka adalah mewujudkan ciptaan mereka untuk di Indonesia,” ujarnya.

Adapun PT. Dama Persada berperan memberikan kesempatan bagi ilmuwan yang diwakili kedua peneliti tersebut dan pemodal yang diwakili oleh Rudy Hari dan Sylvia Sumarlin dalam mengembangkan produk-produk Xirka sebagai brand nasional yang ditargetkan pada saatnya akan go-international. “Kami berkomitmen mendapatkan sertifikasi internasional Wimax Forum untuk produk Mobile Wimax berstandar 16e dan mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Sylvia.

Xirka menjadi pemenang Asia Pacific Information Communication Technology Award pada tanggal 15 Desember 2008 dan menyisihkan sembilan negara peserta lainnya dan dua industri raksasa Singapore Telcom serta Fujitsu Australia. Perusahaan manufacturing Xirka ini termasuk salah satu dari 8 perusahaan manufaktur chipset Wimax. Perusahaan pertama adalah Intel, yang diikuti pula oleh PT. Solusindo Kreasi Pratama (Technology Research Group/ TRG), PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti), PT. Hariff Daya Tunggal Engineering (HDTE), PT. Versatile Silicon Technologies, dan Reksis. Tidak sebatas pada chipset, tapi juga ke perangkat seperti dongle.

Xirka yang baru saja diluncurkan 7 Agustus 2009 ini bisa digunakan di dalam USB dongle dan USB mini-cards sebagai mobile station untuk notebook, PDA, maupun di dalam CPE modem untuk desktop komputer di sekolah, perkantoran atau kompleks perumahan.

Nur Aini Rakhmawati, Dengan Joomla Jadi Peserta GSoc
Programmer Nur Aini Rakhmawati berhasil menyusun kode pemrograman mewujudkan software pengembangan Joomla, aplikasi open source yang kini banyak digunakan masyarakat dunia. Wanita kelahiran Pasuruan 20 Januari 1982 ini tercatat sebagai wanita pertama di dunia internasional dalam tim pengembang Joomla.

Prestasinya ini pun yang diakui Google. Dia berhasil menunjukkan kehebatannya ketika menjadi peserta Google Summer of Code (GSoC) 2007. Untuk menjadi peserta GsoC, bukan hal yang mudah. Dia harus bersaing dengan ribuan aplikasi lain dari seluruh penjuru dunia. Bagi kalangan TI, even tersebut cukup bergengsi. Sebab, mereka bisa menimba ilmu langsung dari mentor yang ditunjuk Google. Khusus Joomla, diantara 6.000 aplikan, hanya 50 orang yang diterima. Iin panggilan akrabnya, sehari-hari bekerja sebagai dosen Sistem Informasi, Fakultas Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia.

Tahun 2009 giliran alumni S-2 National Taiwan University of Science and Technology ini yang menjadi mentor GsoC dan membimbing seorang peserta dari Filipina. ”Ya mungkin Google tahu kalau saja sudah banyak pengalaman dengan Joomla. Soalnya, setelah jadi peserta saya juga direktur jadi developer,” kata Iin. Menjadi satu-satunya wanita dalam GsoC sempat membuat dirinya canggung. Untunglah rekan-rekan dari berbagai negara mendukungnya. Sedikitnya wanita yang terjun secara profesional dalam bidang TI membuatnya tergerak.

Dia juga membuat milis khusus wanita yang membahas Linux, salah satu sistem operasi open source. Milis tersebut dibentuk karena sebenarnya banyak wanita yang ingin memahami Linux. Iin pun mengumpulkan kenalan wanita di dunia maya membentuk milis yang diberi nama Kluwek. Mereka punya situs di http://kluwek.linux.or.id. Sekarang anggota milis itu berkembang hingga ratusan orang. Anggotanya mulai mahasiswi hingga ibu rumah tangga sekali pun. Uniknya, tiap anggota punya julukan nama bumbu dapur.

Frans Thamura, Pendiri Komunitas Java

Java Evangelist Indonesia, salah seorang pendiri komunitas Java, berupaya mati-matian mempromosikan Java di Indonesia melalui Yayasan Meruvian, hingga jadi program popular seperti sekarang. Meski di Indonesia ada perusahaan lain yang mendahului terapkan Java, seperti Asimetrik dan Balicamp, namun komunitas yang dipeloporinya mempromosikan open source secara serius dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini sehingga menjadi besar seperti sekarang dengan 3.000 anggota dengan 200 perusahaan pengikut.

Para Perintis Lainnya

Onno W Purbo
Onno Widodo Purbo, lahir di Bandung 17 Agustus 1962. Mantan dosen ITB ini membangun gateway Internet ITB dan Jaringan AI3 Indonesia. Ia juga aktif menulis buku dan memberikan ilmu TI pada masyarakat Indonesia.

Ayah Onno, Hasan Poerbo, adalah seorang profesor di ITB bidang lingkungan hidup yang banyak memihak pada rakyat kecil. Onno yang masuk ITB pada jurusan Teknik Elektro angkatan 1981, lulus dengan predikat wisudawan terbaik. Setelah itu ia melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari kampus asalnya.

RT/RW-Net adalah salah satu dari sekian banyak gagasan yang Onno lontarkan dan mengukir sejarah internet Indonesia. Ia juga aktif menulis terkait TI di berbagai media, jadi pembicara seminar, konferensi nasional maupun internasional, terutama untuk memberdayakan masyarakat Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan.

Heru Nugroho

Heru Nugroho adalah Executive Council Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Yayasan Sekolah 2000. Merupakan motor di belakang Yayasan Sekolah 2000 dan Yayasan Air Putih.

Heru mengaku yayasan yang dipimpinnya menggelar sejumlah program peningkatan SDM melalui kerjasama dengan swasta. Tujuan Program Sekolah 2000 yang dipelopori APJII sejak Oktober 1999 itu yakni penyiapan SDM di bidang TI, khususnya di kalangan guru dan pelajar. Namun kini, Heru tengah sibuk dengan ‘mainan’ barunya Nusantara Online untuk pengembangan game lokal dan Wacana Nusantara, sebuah situs arsip digital kebudayaan nusantara. “Dulu, sebelum ada program-program ke sekolah, Sekolah2000 sudah paling dulu. Kalau sekarang ini vakum, karena sudah banyak sekali program yang seperti itu. Saya sendiri bersyukur karena orang sekarang sudah banyak yang peduli untuk memajukan dunia pendidikan TI,” ungkap Heru.

I Made Wiryana

Dosen Gunadharma ini adalah pendorong Linux Indonesia, dan penggerak Tim Pandu dalam pergerakan Linux di Indonesia. Beberapa buku Linux termasuk tutorial Linux-nya yang sangat membantu dapat diambil secara cuma-cuma tanpa melanggar HaKI. Buku-buku yang bersifat tutorial sebagian merupakan bagian dari aktivitas Open Source Campus Agreement (OSCA) untuk membuka wawasan siswa dan mahasiswa Indonesia akan Linux. I Made Wiryana baru-baru ini meraih gelar Doktornya di Jerman dan kembali ke tanah air untuk mengabadikan dirinya kepada dunia pendidikan.

Budi Rahardjo
Dosen ITB ini pendiri ID-CERT. Pernah menjadi Country Code Top Level Domain ccTLD .id antara 1998 – 2005, sebelum diberikan kepada Depkominfo di tahun 2005-2006. Ia juga dikenal sebagai seorang pakar sekuriti di Indonesia, pendiri Indonesian Computer Emergency Response Team (ID-CERT), suatu organisasi yang bergerak di bidang Internet Security.

Menyelesaikan program Sarjana Teknik Elektro dari ITB tahun 1986, Budi melanjutkan pendidikannya ke University of Manitoba, Kanada, jurusan Electrical and Computer Engineering. Selesai tahun 1990, kemudian Budi melanjutkan ke program studi S3, di jurusan dan universitas yang sama, sampai meraih Ph.D pada tahun 1996. Budi juga dikenal sebagai salah seorang penggagas Bandung High Tech Valley (BHTV).

Sumber dari Sini & Sini

Pengembangan Sistem Informasi April 7, 2010

Posted by arie in kuliah, softskill.
Tags: , , ,
add a comment

1.  Fase Awal Pengembangan Sistem

Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :

  • Perencanaan sistem
  • Analisis sistem
  • Perancangan sistem secara umum/konseptual
  • Evaluasi dan seleksi sistem

1.1 Fase Perencanaan Sistem

1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem
Sistem adalah kumpulan elemen yang masing-masing elemen tersebut memiliki fungsi masing – masing, namun secara bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan dari adanya sistem tersebut. Sebuah mobil dapat dikatakan sebuah sistem karena di dalamnya terdapat kumpulan elemen. Sesungguhnya agregasi dapat dipandang sebagaimana relasi pada umumnya (yang menghubungkan 2 entitas). Karena relasi ini dibentuk dari relasi lain (relasi prasyarat) yang secara kronologis lebih dulu terbentuk, maka pengimplementasiannya juga harus dilakukan setelah relasi prasyarat tersebut terimplementasikan. Sebagai contohnya desain sebuah generalisasi – spesialisasi hirarki untuk sistem pada handphone. Handphone menyalurkan informasi-informasi kepada pengguna atau user.

1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem
Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah memudahkan para user untuk mengoperasikan handphone  untuk mengambil infromasi , mengelola informasi tersebut dan apa saja yang dilakukan oleh handphone untuk mengelola infromasi , mengambil informasi, dan menyalurkan informasi.Dan dapat menentukan penempatan atribut Anda pada setiap level hirarki.

1.1.3 Batasan Masalah
Dalam pengembangan sistem ini, penulis membatasi masalah hanya pada inplementasi dan security saja.
1.1.4 Studi Faktor Kelayakan

• Kelayakan Teknis
Perancangan Sistem Informasi tentang handphone  ini tidak begitu membutuhkan spesifikasi computer yang canggih, perancangan ini membutuhkan spesifikasi berstandar seperti;

OS Windows XP atauVISTA
128MB RAM
1GB HDD
Video Card 64MB

• Kelayakan Ekonomis
Sistem ini mempunyai nilai yang ekonomis, karena tidak terlalu berorintasi pada hardware yang canggih dan operator yang mempunyai keahlian khusus, jadi banyak biaya yang dapat di kurangi dengan memakai sistem ini seperti : biaya merekrut tenaga ahli, biaya perangkat lunak dan perangat keras yang dipakai.

• Kelayakan Legal
Pada sistem handphone  ini tidak menimbulkan konflik antara sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan programmer untuk melaksanakan kewajibannya, karena dalam perancangan system ini tidak membutuhkan biaya yang besar.

• Kelayakan Operasional
Pada sistem ini, prosedur dan keahlian programmer  sudah cukup untuk mengoperasikan sistem yang dirancang untuk kesuksesan sistem ini.

• Kelayakan Rencana
Pada system ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk membuat sepenuhnya system ini dapat dioperasikan.

1.1.5 Studi Faktor Strategis
Produktivitas
pada system ini, tidak membutuhkan banyak biaya, karena hanya membutuhkan minimal 1 PC  komputer untuk mengoperasikan sistem tersebut dalam kegiatan nyata. Dan pada tahap ini perancang sistem bisa menghilangkan atau mengurangi biaya tambahan yang tidak berarti.

Diferensiasi
Dengan adanya sistem ini pelayanan berbasis komputerisasi, pelayanan yang diberikan akan lebih cepat, proses lebih mudah untuk dilaksanakan, proses pembagian lebih terstruktur, lebih mudah dan cepat.
Manajamen
Pada perancangan ini dapat menyediakan informasi yang berguna bagi para pengguna handphone  untuk menggunakan infromasi yang tersedia.

Mekanisme Komunikasi pada Komputer (PC to PC) March 8, 2010

Posted by arie in kuliah, softskill.
1 comment so far

Mekanisme Komunikasi pada Komputer

(PC to PC)

Melalui artikel saya ini, saya akan menjelaskan tentang bagaimana komunikasi pada komputer, dalam artikel ini  saya mengambil contoh untuk pengkoneksian PC to PC  atau PEER TO PEER, elemen yang terdapat pada komunikasi komputer ini adalah :

  • Receiver  dan  Sender :  PC
  • Media Transmisi  : Kartu Jaringan ( LAN Card), Kabel UTP
  • Yang di kirimkan atau di komunikasikan : DATA

Skema Mekanisme Komunikasi

Uraian mekanisme :

  • Data dikirimkan ke kartu jaringan atau lan card , di kartu jaringan, data sebelum di kirimkan ke PC 2 , kartu jaringan PC 1 harus sudah bisa tersinkronisasi  dengan kartu jaringan  PC 2 . Untuk bisa singkronisasi  PC 1 dengan PC 2 , kita harus  mengatur IP address kedua PC tersebut , IP address berfungsi sebagai  alamat pengenal PC kita, jika PC 1 tidak  bisa mengenali  alamat  IP address PC 2 informasi tidak akan sampai pada PC 2 atau dapat disimpulkan bahwa komunikasi gagal.Untuk mengecek apakah IP address PC 1 dengan PC 2 telah singkron , lakukanlah perintah “ping” , contohnya  IP address PC 1 adalah 192.168.1.3 sedangkan  IP address PC  2 adalah 192.168.1.4, kita lakukan ping di command prompt, untuk PC  1 kita tuliskan di command prompt nya “ ping 192.168.4” apabila ada tulisan REPLY berarti PC 1 telah singkron dengan PC 2, dan lakukan sebaliknya pada PC 2 dengan ping IP address PC 1, jika ada tulisan REQUEST TIME OUT maka PC 1 dan PC 2 tidak sikron ,tidak berkomunikasi, dan tidak mengenali satu sama lain.
  • Setelah  alamat IP address  kedua PC  telah kita atur atau singkronkan maka , data yang berada pada kartu jaringan  PC 1 akan diteruskan ke media transmisi , media trasmisi disini menggunakan kabel UTP,  kabel UTP ini berfungsi mentransfer  data yang berada di kartu jaringan  PC 1 ke   kartu jaringan PC 2 .
  • Kemudian  setelah data berada di kartu jaringan PC 2, kartu jaringan akan meneruskan data tersebut ke PC 2 yaitu data tersebut  akan ditampilkan melalui media output pada PC 2.   Pertukaran data tidak hanya  dari PC 1 ke PC  2  tetapi bisa sebaliknya.

Sekian artikel dari saya , semoga aktikel saya ini bermanfaat bagi para pembaca.

KETERKAITAN SISTEM PADA HANDPHONE DENGAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI March 8, 2010

Posted by arie in kuliah, softskill.
add a comment

Sistem pada handphone sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan keterkaitan  sistem pada handphone dengan  implementasi sistem  informasi, langsung saja. Sistem pada handphone berawal dari keintegrasian seluruh subsistem pada handphone tersebut untuk menghasilkan sebuah sistem yang berjalan normal dan menghasilkan informasi yang optimal , sama hal seperti seperti  implementasi sistem   infromasi yang membutuhkan keintegrasian seluruh subsistem informasi tersebut untuk menghasilkan informasi yang optimum, apabila salah satu subsistem pada sistem tersebut tidak bekerja normal atau bisa dikatakan tidak bekerja dapat mengakibatkan informasi bisa gagal , atau bisa tidak menghasilkan informasi.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan subsistem pada suatu sistem sangatlah penting guna menghasilkan informasi. Sekian atrikel dari saya , semoga bermanfaat bagi para pembaca.

PENERAPAN SISTEM HANDPHONE February 12, 2010

Posted by arie in kuliah, softskill.
Tags:
add a comment

SISTEM HANDPHONE

DEFINISI SISTEM

Menurut Ludwig Von Bartalanfy , Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Menurut Anatol Raporot , Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

Menurut L. Ackof , Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Dari definisi-definisi diatas saya bisa menarik suatu kesimpulan bahwa :

sistem adalah suatu elemen-elemen yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan.

adapun syarat-syarat sistem itu sendiri adalah :

  1. Sistem harus berfokus untuk menyelesaikan masalah.
  2. Elemen dari suatu sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
  3. Terdapat hubungan diantara elemen sistem.
  4. Unsur dasar dari proses(arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
  5. Tujuan sistem harus lebih penting dari tujuan elemen.

Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.  Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

Contohnya dalam tulisan ini saya mengambil suatu handphone sebagai suatu sistem, subsistem dari handphone tersebut adalah baterai, lcd, keypad, simcard, sinyal, program dan sebagainya.

PENERAPAN HANDPHONE SEBAGAI SUATU SISTEM

Masukan (Input) Sistem

Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkankeluaran .Didalam sistem handphone, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan handphonenya dan data yang dimasukkan melalui keypad adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

Keluaran (Output) Sistem

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem.Untuk sistem handphone, panas yang dihasilkan dari baterai adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi berupa sms ataupun telepon adalah keluaran yang dibutuhkan.

Pengolah (Process) Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.Didalam sistem handphone penerapan proses sistem dilakukan oleh sim card yg membuat data yang dimasukkan menjadi sinyal yang berupa keluaran yang dibutuhkan.

Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Perbedaan suatu sasaran dan suatu tujuan adalah, tujuan biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan dan sasaran digunakan bergantian dan tidak dibedakan. Tujuan dari sistem handphone ini adalah untuk menciptakan komunikasi antara seseorang dengan orang lain.

Demikian penjelasan saya tentang sistem pada handphone, terima kasih telah membaca artikel saya ini.Saya berharap artikel saya ini bisa menambah wawasan anda.

analisis sistem informasi pada internet lounge gunadarma October 7, 2009

Posted by arie in kuliah.
add a comment

Analisis Sistem Informasi

Informasi

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.

Konsep Dasar Informasi

Terdapat beberapa definisi, antara lain :

  1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti  bagi yang menerimanya.
  2. Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.

Siklus Informasi

Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi.  Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle)atau siklus pengolahan data (data processing cycles), seperti gambar berikut :

siklus informasi Gambar Siklus Informasi

Kualitas Informasi

Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal penting, yaitu :

Relevan (relevancy)

Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan

Akurat (accuracy)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak  menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut. Berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki    kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.

Tepat waktu (timeliness)

Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat. Informasi yang terlambat tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

Pengolahan Data

Adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan .

Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :

1. Data input

Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium (contoh, punching number ke dalam kalkulator).

Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut kelamin female ke huruf F).

Storing data or information untuk pengambilan keputusan (potential information for future).

2. Data transformation

Calculating, operasi aritmatik terhadap data field.

Summarizing, proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam kerja setiap hari dalam seminggu menjadi nilai total jam kerja perminggu).

Classifying data group-group tertentu :

Categorizing data kedalam group berdasar karakteristrik tertentu (contoh, pengelompokkan data mahasiswa berdasar semester aktif).

Sorting data kedalam bentuk yang berurutan (contoh, pengurutan nomor induk karyawan secara ascending).

Merging untuk dua atau lebih set data berdasar kriteria tertentu (menggabungkan data penjualan bulan Januari, Februari dan Maret kedalam group           triwulanan).

Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data (contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun).

3. Information output

Displaying result, menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.

Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.

Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi.

Gambar Proses Utama dan Fungsi Pengolahan Data

Sistem Informasi

Dapat didefinisikan sebagai

  • Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
  • Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
  • Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Manfaat Sistem Informasi

  1. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  2. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
  3. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.

Komponen Sistem Informasi

  • Hardware

Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.

  • Software

Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL).

  • Data

Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.

  • Prosedur

Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.

  • Manusia

Yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.

Fase Analisis Sistem

Dalam fase ini :

  • Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
  • Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
  • Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
  • Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru
  • Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
  • Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
  • Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan  sampai semua peserta setuju.

Analisis Sistem Informasi

Pada Internet Lounge Gunadarma

Internet lounge adalah ruang yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk akses internet secara gratis. Fasilitas ini terdapat di kampus D, kampus E dan kampus J. Fasilitas ini dapat digunakan mahasiswa dengan menunjukkan Kartu Mahasiswa dan sebelumnya mahasiswa tersebut sudah mengaktifkan studentsite. Selama berada di lounge, mahasiswa wajib mentaati tata tertib yang telah ditentukan.

Koneksi server kampus D dan kampus E terintegrasi dengan mainframe kampus D. Sedangkan koneksi kampus J ditembakkan melalui gelombang microwave dari kampus D.

Berikut ini adalah sistem informasi yang kami dapat setelah kami melakukan analisa di internet lounge kampus E :

  • Sistem jaringan yang dipakai pada internet lounge adalah Client Server . Client Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server.
  • Kecepatan akses transfer data di internet lounge sebesar 25 kbps sampai 2 Mbps.
  • Topologi yang dipakai adalah Star, server / client terintegrasi dengan kampus gunadarma lainya (Kampus D dan Kampus J).
  • Adapun kelemahan yang ada pada system internet lounge, yaitu sering terjadi hang pada computer client, NPM mahasiswa yang di input sering kali tidak valid dengan database server, koneksi internet sering kali down.

Komponen Sistem Informasi Pada Internet Lounge

Hardware

Terdiri dari 1 server dan 47 computer client, dengan computer client yang aktif sebanyak 23 komputer (20 komputer di lantai atas dan 3 komputer di lantai bawah). Jaringan yang dipakai merupakan jaringan dengan tipe topologi star.

Software

Sistem operasi yang digunakan di internet lounge ada dua macam, yaitu Centos dan Ubuntu. Sistem operasi Centos digunakan untuk server dan sistem operasi Ubuntu digunakan untuk computer client.

Data

Data yang dipakai merupakan data mahasiswa yang sudah mengaktifkan studentsite.

Prosedur

flowchart

Flowchart Internet Lounge

Manusia

Staff yang dipekerjakan perhari ada 6 orang dengan hitungan perjam, dimana perjam tersebut dijaga oleh 3 orang dan diawasi oleh seorang kordinator.

Pendapat Pengguna Internet Lounge

1. Nama          : Bayu

Jurusan       : Manajemen

Kelebihan yang ada di internet longue Mempermudah, Kualitas sudah baik dan kekurangan yang ada di internet longue waktunya terlalu cepat, kecepatannya kurang. Pesan untuk internet longue waktunya di perlama.

2. Nama        : Karina

Jurusan    : Manajemen

Kelebihan yang ada di internet longue bisa mencari informasi, tidak di pungut biaya dan kekurangan yang ada di internet longue fasilitas kurang memadai contohnya tidak ada tempat duduk. Pesan untuk internet longue bisa mengambil data dari computer.

3. Nama       : Heri

Jurusan   : Manajemen

Kelebihan yang ada di internet longue bisa browsing tanpa di pungut biaya dan kekurangan internet longue tempatnya kurang besar. Pesan untuk internet longue tempatnya di perbesar.

4. Nama      : Tuti

Jurusan  : Akuntansi

Kelebihan yang ada di internet longue browsing tanpa di pungut biaya dan kekurangan internet longue computer yang ada di internet longue kurang banyak. Pesan untuk internet longue tempatnya di perbesar dan computer di perbanyak.

5. Nama      : Gandhi Dwi Krisnaji

Jurusan   : Manajemen Informatika

Kelebihan yang ada di internet longue browsing tanpa di pungut biaya dan kekurangan internet longue tidak bisa mengambil data dari computer dan waktunya hanya sebentar. Pesan untuk internet longue bisa mengambil data dari computer dan computer di internet longue di perbanyak.

my first post September 6, 2009

Posted by arie in kuliah.
add a comment

name              :  Hariyadi

nick name    :  Arie

collage           :  University of Gunadarma

faculty           :  Science Computer

major           :  Management of Information

class              :  3DB01

NPM              :  30107790

nice know all..!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.