Macam – macam Pilihan pada Advanced BIOS Features March 6, 2010
Posted by arie in Hardware, Tips, Windows.add a comment
Macam-macam pilihan pada Advanced BIOS Features ini antara lain adalah Quick Power On Self Test, Swap FloppyDrive, Typematic Rate Setting, Typematic Rate (Chars/Sec), Typematic Delay (msec), OS Select For DRAM > 64 MB, dan Delay IDE Initial (Secs).
Quick Power On Self Test memiliki dua pilihan Enabled dan Disabled. Pilihan Enabled akan memberikan waktu booting yang lebih singkat karena menghilangkan beberapa pemeriksaan.
Swap Floppy Drive juga memiliki dua pilihan Enabled dan Disabled. Pilihan Enabled akan membuat Drive A akan menjadi Drive B dan begitu juga sebaliknya.
Typematic Rate Setting, Typematic Rate (Char/Sec), dan Typematic Delay (msec) berfungsi untuk mengatur mengenai pengulangan dari sebuah tombol apabila tombol tersebut terus-menerus ditekan.
OS Select For DRAM > 64 MB berfungsi apabila komputer yang bersangkutan memiliki kapasitas memori lebih besar dari 64MB. Hal ini disebabkan bila memori lebih besar dari 64MB, BIOS dan sistem operasi OS/2 dan bukan OS/2 akan memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Pilihan yang tersedia adalah OS2 dan Non-OS2.
Delay IDE Initial (Secs) berguna untuk memberikan waktu yang lebih lagi bagi HDD maupun IDE Device yang lain untuk inisialisasi. Sering kali peralatan yang lama membutuhkan waktu yang lebih ini. Bila tidak diberikan maka sering sekali alat tersebut tidak terdeteksi oleh BIOS.
Sekian Tutorial dari saya semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Memperbaiki Harddisk yang terkena Bad Sector February 25, 2010
Posted by arie in Hardware, Tips.add a comment
Memperbaiki Harddisk yang terkena Bad Sector
Harddisk adalah media penyimpanan yang sangat penting padaPC. Sayangnya, umur pemakaiannya sangatlah terbatas.
Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal, misalnya:
• Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroler harddisk dan motor.
• Harddisk terjatuh dan merusak mekanik di dalamnya atau minimal terjadi bad sector.
• Terlalu sering dibawa-bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena seringnya goncangan berlebih.
• Suhu di dalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
• Kondisi MTBF (Mean Time Before Failure) atau umur pakai harddisk sudah tercapai dan akan rusak.
Tindakan penyelamatan masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector hanya apabila kondisi
harddisk masih berputar, keadaan kontroler harddisk masih bekerja. Akan tetapi, keadaan ini masih dibagi-lagi, bila ingin mengunakan
harddisk yang terkena bad sector. Bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi pada harddisk. Kerusakan karena bad
sector bisa dibedakan menjadi 3 keadaan:
• Kondisi 1, platter harddisk sudah aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan lagi. Semakin
lama harddisk akan semakin rusak dan tidak bisa lagi untuk dipakai sebagai storage.
• Kondisi 2, platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk
harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin di-low level.
• Kondisi 3, platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi di
mana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Harddisk dapat diperbaiki apabila harddisk tersebut masih pada kondisi ke-2, di mana permukaan harddisk masih stabil dan hanya terdapat kerusakan ringan pada beberapa tempat.
Kali ini penulis akan menjelaskan upaya untuk menggunakan harddisk yang terkena bad sector kiatnya untuk
mengeliminasi lokasi kerusakannya.
Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya jalankan Tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini, Anda harus melakukan low level format(LLF). LLF dapat dilakukan lewat BIOS atau software tertentu. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki opsi LLF. Atau Anda juga dapat menggunakan software LLF.
Untuk mendapatkan software LLF, Anda bisa mengambilnya dari situs pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor – MaxLLF.exe). Software LLF ini sendiri berfungsi untuk menghapus seluruh informasi baik partisi, data di dalam harddisk, serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk. Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.
Peringatan:
Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data di dalam harddisk
Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try and error.
Tahapan untuk sesi ini adalah:
1. Membuat Partisi Harddisk
Dengan program FDISK, buat 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary, dapat dilakukan dengan single harddisk. Akan tetapi, bila Anda menghendaki harddisk yang dituju sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk untuk proses boot yang telah memiliki partisi primary (partisi untuk melakukan booting).
2. Format Harddisk
Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format, periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk Anda hadapi. Program FORMAT kemudian akan menampilkan peringatan “Trying to recover allocation unit xxxxxx”. Itu artinya program sedang memeriksa kondisi harddisk yang terkena bad sector. Kebetulan penulis pada pengujian di bawah ini menggunakan harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT.
3. Buat Partisi Kembali
Dengan menggunakan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi penulis yaitu Anda melakukan pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Primary partisi tidak akan terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagiannya adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G (758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
Bila Anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector harddisk Anda, dapat juga dilakukan dengan trial and error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat di mana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi kerusakan harddisk.
4. Format Kembali
Partisi Baru,Untuk memastikan apakah bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang,lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak di dalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, Anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi yang terkena bad sector.
Hal yang perlu diingat:
” Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C “.
Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi secara acak akan mengacaukan sistem partisi harddisk.
5. Buang Partisi Yang Tidak Terpakai
Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
6. Periksa Partisi
Pada akhir tahapan Anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option nomor 4 (display partition) pada program FDISK, contoh pada tabel adalah tersisa 3 drive: drive C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik, dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus. Sekarang Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki. Letter drive dibagi atas C sebagai primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
Tabel 1
Kondisi || Display pada program || format Persentasi yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad Sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad Sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%
Bila Anda belum puas dengan hasil pencarian bad sector, Anda bisa mengulangi prosesur di atas. Yang melakukan tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.
Yang perlu dicatat pada tips ini adalah berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive ketika mengunakan program ini. Kesalahan dalam melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikan seperti kondisi semula.
Sampai sini dahulu tutorial dari saya, semoga bermanfaat bagi pembaca.
Power Supply Unit : Sumber Tenaga yang Harus Diperhatikan February 25, 2010
Posted by arie in Hardware, Tips.add a comment
Power Supply Unit:
Sumber Tenaga yang Harus Diperhatikan!
Pengguna PC yang mengerti benar fungsi power supply pasti tidak akan sembarangan memilih komponen yang satu ini. Sebagai sumber tenaga utama dari perangkat PC, power supply menjadi penentu kualitas, daya tahan, kestabilan, maupun umur dari sistem PC yang Anda miliki. Oleh karena itu, sebenarnya komponen yang satu ini haruslah jadi perhatian utama ketika Anda hendak membangun sebuah sistem PC. Banyak pengguna kurang memperhatikan kualitas komponen ini. Maklum, terkadang power supply ini umumnya memang dibundel jadi satu dengan casing.
Beberapa acuan sebenarnya bisa dijadikan patokan, power supply yang dipakai memang betul-betul menjanjikan atau hanya sekadar power supply asal jalan. Bukan apa-apa. Semua komponen PC membutuhkan tenaga dari komponen ini. Jadi, kalau power supply tidak bisa diandalkan, jangan heran kalau sistem Anda juga punya kualitas, keandalan, dan kestabilan yang tidak bisa diandalkan juga!
Nah, kali ini saya menyajikan cara singkat buat mengetahui keandalan power supply unit ketika Anda hendak membeli!
1. Perhatikan Bobot Power Supply
Salah satu cara jitu buat memeriksa keandalan power supply adalah dengan memeriksa bobotnya. Dengan memeriksa bobotnya dan membandingkannya dengan power supply yang lain, secara kasar Anda bisa tahu, apakah power supply yang hendak Anda beli memang betul-betul berkualitas.
Power supply yang baik biasanya punya bobot yang tinggi karena komponen di dalamnya memang punya kualitas, kuantitas, dan ukuran komponen yang baik. Lilitan tembaga, jumlah konektor, kapasitor, dan resistor yang terpasang juga lebih banyak pada power supply yang baik yang mempengaruhi berat total sebuah power supply. Umumnya, berat rata-rata power supply berbeda-beda, tergantung kualitasnya. Kelas 250 watt yang terbaik punya berat antara 1,3kg hingga 1,4kg, sementara buat kelas 300 watt kelas paling baik beratnya antara 1,5kg hingga 1,7kg atau lebih.
2. Adanya Switch Pemilih Tegangan Input
Untuk memastikan tegangan yang masuk, power supply yang baik juga memiliki switch pemilih tegangan input pada bagian belakangnya. Dengan fasilitas semacam ini, pengguna bisa menentukan jumlah tegangan yang masuk, apakah sebesar 115V atau 250 volt.
3. Daya yang Didukung
Anda harus menentukan, berapa kira-kira daya yang dibutuhkan buat menggerakkan seluruh sistem PC Anda. Dipasaran sendiri tersedia power supply untuk PC biasa dengan daya 250W, 280W, 300W,340W,dan 500W. Semua tergantung Anda, mau pilih yang biasa atau yang bertenaga super!
4. Jumlah kabel power yang terpasang
Jumlah kabel output yang terpasang menyangkut jumlah periferal yang bisa Anda pasang di sistem Anda. Power supply yang baik biasanya memiliki kabel input 12 dan 5 volt sebanyak 6 buah, sebuah input untuk floppy, dan beberapa kabel input lainnya .Untuk power supply terbaru, sebagian juga telah dilengkapi dengan kabel input 12V untuk mendukung penggunaan sistem berbasis Dual Processor .
5. Kualitas fan
Sebagai pendingin, komponen ini memang harus jadi pendukung yang baik untuk power supply. Untuk itu, pada power supply yang baik biasanya juga disediakan fan dengan putaran tinggi agar “keringat” bisa dibuang dengan baik.
6. Tingkat kebisingan
Yang juga tak kalah penting dalam memilih power supply adalah tingkat kebisingannya. Biasanya ini juga diakibatkan oleh fan pendukung yang mengeluarkan suara terlalu keras. Nah, kalau Anda tidak ingin terganggu dengan suara PC yang kelewat bising, Anda memang harus mencari power supply yang sunyi senyap.
Itulah cara singkat yang bisa Anda jadikan patokan ketika membeli power supply.Mudah-mudahan Anda tidak salah pilih! “Pilih yang benar supaya PC bertenaga”