Jangan Mudah Menyerah October 12, 2009
Posted by arie in Cerpen.add a comment
Cerita yang lucu, tapi juga menginspirasi dan memotivasi kita untuk jangan mudah menyerah. Tidak semua orang memiliki keteguhan hati seperti dalam cerita ini. Bersiap-siaplah untuk dihibur dan terinspirasi oleh Si Cadel…
*Hari 1.*
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal didekat rumahnya. cadel:”bang,beli nasi goleng satu”
abang: “apa…?” (…..ngeledek.)
cadel: “Nasi Goleng!
abang: “Apaan…?” (…..Ngeledek lagi.)
cadel: “Nasi Goleng!!!”
abang: “ohh nasi goleng…” Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal, sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar.
* Hari 2.*
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.
cadel: “bang…,saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!”
abang: “ohh…pake apa?”
cadel: “…pake telol…”
(Sambil sedih…) Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.
* Hari 3.* Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut-turut makan nasi goreng
cadel: “bang…, beli NASI GORENG, Pake TELOR!!! Bungkus!”
abang: “ceplok atau dadar ?”
cadel: “dadal…”
Dengan spontan. Kembali dia berlatih dengan keras.
* Hari 4.*
Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
cadel: “bang…beli NASI GORENG, Pake TELOR, di DADAR!”
abang: “hebat kamu ‘ del , udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500, del .”
si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya:
cadel: “bang.., kembaliannya?”
abang: “oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa del ?”, sambil senyum ngeledek. Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab:”…GOPEK…!!!” Sambil tersenyum penuh kemenangan.
* Moral Cerita *: INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DENGAN PENUH PELJUANGAN !! JANGAN MENYELAH YACH !!
Balada Tejo si Tukang Kayu October 12, 2009
Posted by arie in Cerpen.add a comment
Yah, memang si Tejo bukanlah pemilik wajah ganteng dan berharta banjir seperti idaman wanita. Tetapi entah mengapa dia seperti magnet yang membuat wanita ingin bermuara. Berkeluh kesah tentang kejadian sehari-hari, padahal belum tentu juga Tejo mengerti, dia hanya menjawab seenak hati saja, berbicara seolah dia mengerti semuanya. Padahal ya, nggak juga.
Status dia tak begitu menjanjikan untuk jadi investasi masa depan, hanya vokalis band pop ecek-ecek dan mahasiswa abadi yang bahkan dia juga sudah lupa jurusan kuliahnya. Lucu ya?hmm..dia memang pandai sekali merayu, dan wanita suka dirayu. Tidak selalu memakai kata manis saja dia pintar, awal berpura-pura berteman tapi mencoba berbagai kesempatan untuk mendekat.
Suti bukan wanita yang mau dirayu Tejo, cita rasa dia terhadap laki-laki terlalu tinggi dan Tejo tidak masuk hitungan. Tetapi kok Tejo menarik juga ya, dia gak ganteng tapi baik luar biasa, mau berkorban, tatapan matanya bikin luluh hati dan perasaan. Waw, Suti suka Tejo..atau cinta, atau sayang atau…apa lagi ya?!
Suti mahasiswi pintar, tidak begitu cantik secara fisik, tapi karakternya asik untuk dilirik. Ternyata mau juga dipacari Tejo. Hati gak bisa bohong, kata Suti. Tapi Tejo entah mengapa hanya senang proses pada saat pendekatan tapi setelah “dapat” lalu lingkungan memberi dia tambahan nilai plus dalam urusan cinta, Tejo jadi sulit untuk ditelpon, sms gak pernah dibalas, gak suka dilarang dan sering sekali minta maaf karena alasan yang tak jelas.
Suti kecewa. Sedih. Bingung. Kok Tejo gitu sih? Ternyata Tejo suka berbicara cinta, suka merayu wanita tapi keberatan untuk terlalu banyak terlibat. Hidupku ini terlalu tidak bahagia untuk membahagiakan orang lain. Aku gak cukup ganteng, gak kaya dan tak punya masa depan. Sudahlah aku cukup merayu saja, menyimpan cinta di hati untuk dimakan sendiri.